:: SELAMAT DATANG DI WEBSITE POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SURABAYA :: WASPADA PENYEBARAN COVID 19 :: TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN :: WASPADA PENIPUAN YANG MENGATASNAMAKAN PEGAWAI POLTEKKES :: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 75 :: INDONESIA MAJU

29 September 2022

Poltekkes Kemenkes Surabaya kembali menyelenggarakan International Conference on Health Polytechnic Surabaya (ICoHPS) yang ke-5 pada tanggal 28 – 29 September 2022 secara daring. Kegiatan konferensi internasional tahunan ini mengusung tema Post Covid-19 Pandemic: Opportunities and Challenges for Health Services in the Future.

ICoHPS merupakan payung bagi konferensi-konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Poltekkes Kemenkes Surabaya berdasarkan masing-masing disiplin ilmu, yaitu The 3rd International Conference on Electronics, Biomedical Engineering, and Health Informatics (ICEBEHI), The 2nd International Conference on Nursing and Public Health (ICoNPH), The 2nd International Conference on Midwifery (ICoMid), The 1st International Conference on Medical Laboratory Technology (ICoMLT), The 2nd International Conference on Environmental Health (ICoEH), The 2nd International Conference on Nutrition (ICoN), The 2nd International Conference on Dental and Oral Health (ICoDOH).

Dalam laporannya, Ketua Panitia ICoHPS, Dr. Yessy Dessy Arna, M.Kep, Sp.Kom memaparkan terdapat lebih dari 300 partisipan dalam konferensi ini yang terdiri atas presenter atau pemakalah dan peserta. Acara secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan, drg. Arianti Anaya, MKM. Pembicara utama dalam ICoHPS tahun ini Prof. Dr. Vijay Anant Athavale dari India, Dr. Shirley S. Wong dari Filipina, Dr. Fatimath Shifaza dari Australia dan Dr. Zarinah Abdul Aziz dari Malaysia.

Semoga dengan pelaksanaan ICoHPS ini para presenter dan peserta dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam rangka mitigasi dampak pandemi Covid-19, memperoleh pendekatan yang dapat diterapkan dalam penanganan pandemi Covid-19, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang ketangguhan dalam menghadapi pandemi Covid-19, membangun jejaring serta menciptakan kolaborasi diantara para peneliti atau ilmuwan.

  • Share/Bookmark

 

Tulis Komentar